Medan – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I menyelenggarakan Workshop Kehumasan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan tema “Membangun Komunikasi Publik Digital dan Tantangan Keterbukaan Informasi Publik di Era Diktisaintek Berdampak” di Medan. Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola humas dan pejabat pengelola informasi dari berbagai perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumatera Utara sebagai upaya memperkuat kapasitas komunikasi publik dan keterbukaan informasi di era transformasi digital.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yaitu Doddi Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si. dan Agi Bahari Ediyana Rusly, S.I.Kom., yang membagikan wawasan mengenai strategi komunikasi publik digital, pengelolaan media informasi, serta tantangan keterbukaan informasi publik di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, Doddi Zulkifli Indra Atmaja menekankan pentingnya peran humas sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi. Menurutnya, humas perguruan tinggi harus mampu menghadirkan informasi yang akurat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai platform digital.
“Di era Diktisaintek Berdampak, humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membangun narasi positif yang mencerminkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. Komunikasi yang efektif akan memperkuat reputasi institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Agi Bahari Ediyana Rusly menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dari tata kelola perguruan tinggi yang baik. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu membangun sistem komunikasi yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memberikan akses informasi yang cepat, tepat, dan akuntabel.
“Transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperluas akses informasi publik. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya aktif dalam publikasi, tetapi juga mampu menghadirkan layanan informasi yang transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Bagian Humas Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu, Aswin Syahputra, S.Kep., Ns., MKM. Kehadirannya menjadi wujud komitmen UNIVA Labuhanbatu dalam meningkatkan kualitas komunikasi publik serta memperkuat implementasi keterbukaan informasi di lingkungan kampus.
Aswin Syahputra mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang dinilai sangat relevan dengan tantangan kehumasan saat ini. Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber memberikan perspektif baru dalam pengelolaan komunikasi publik yang lebih efektif dan berdampak.

“Kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga bagi kami sebagai pengelola humas perguruan tinggi. Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan menjadi bekal penting bagi UNIVA Labuhanbatu untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi, memperkuat citra institusi, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.



Melalui workshop ini, LLDikti Wilayah I berharap seluruh perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara mampu memperkuat fungsi kehumasan sebagai mitra strategis institusi, meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik, serta mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang transparan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
(Humas UNIVA Labuhanbatu)
