Rantauprapat – SMA Negeri 3 Rantau Utara menggelar kegiatan Projek Antar Mata Pelajaran (Mapel) bertema Budaya Melayu sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman peserta didik terhadap budaya lokal sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi siswa.



Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menghadirkan berbagai rangkaian acara, salah satunya perlombaan Story Telling yang mengangkat kisah-kisah dan nilai-nilai budaya Melayu. Untuk menjamin objektivitas penilaian serta meningkatkan kualitas pelaksanaan lomba, pihak penyelenggara secara resmi meminta Universitas Al Washliyah Labuhanbatu mengirimkan dua orang juri yang kompeten di bidangnya.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Universitas Al Washliyah Labuhanbatu menugaskan Syahrial Nazli, S.H dan Rahman Syah, S.Pd untuk menjadi dewan juri dalam perlombaan Story Telling yang diikuti oleh para siswa SMA Negeri 3 Rantau Utara.




Kepala sekolah menyampaikan bahwa keterlibatan akademisi dari perguruan tinggi merupakan bentuk sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Al Washliyah Labuhanbatu yang telah mendukung kegiatan ini dengan mengirimkan juri yang berkompeten. Kehadiran mereka memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Dalam perlombaan tersebut, para peserta ditantang untuk menyampaikan cerita dengan teknik bertutur yang baik, penguasaan materi, ekspresi, serta kemampuan mengangkat pesan-pesan budaya Melayu kepada audiens. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek penghayatan, pelafalan, kreativitas, penguasaan panggung, dan kesesuaian tema.
Menurut Syahrial Nazli, S.H, kegiatan seperti ini memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mampu melatih kemampuan berbicara di depan umum sekaligus memperkenalkan kembali budaya Melayu kepada generasi muda.
Senada dengan itu, Rahman Syah, S.Pd menilai para peserta menunjukkan antusiasme dan kreativitas yang luar biasa dalam membawakan cerita yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Selain lomba Story Telling, gelar projek antar mapel juga menampilkan berbagai karya siswa, pameran budaya, pertunjukan seni, serta hasil pembelajaran kolaboratif dari berbagai mata pelajaran yang dikemas dalam nuansa Melayu. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran dapat berlangsung secara inovatif sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Melalui gelar projek bertema Budaya Melayu ini, SMA Negeri 3 Rantau Utara berharap dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berkarakter, serta bangga terhadap warisan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
