Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah, Wakil Bupati Labuhanbatu, Rektor Univa Medan, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Momentum ini menandai kepercayaan Al Washliyah terhadap kepemimpinan perempuan dalam mengelola institusi pendidikan tinggi berbasis nilai keislaman.

Dalam pidato perdananya, Meyniar menegaskan bahwa amanah sebagai rektor bukan sekadar jabatan struktural, tetapi tanggung jawab moral dan ideologis sebagai kader Al Washliyah. Ia berkomitmen memimpin dengan niat yang ikhlas serta menjadikan Univa Labuhanbatu sebagai perguruan tinggi yang kompetitif di tingkat nasional hingga internasional.
“Kepemimpinan ini saya jalani dengan niat ibadah. Univa Labuhanbatu harus mampu bersaing dan tetap berakar pada nilai-nilai Al Washliyah,” ujar Meyniar.
Sebagai perempuan yang lahir dan tumbuh dalam tradisi organisasi Al Washliyah, Meyniar menyebut dirinya memiliki “darah hijau” yang menjadi sumber optimisme dalam membangun kampus. Ia meyakini identitas ke-Al Washliyahan justru menjadi kekuatan utama Univa di tengah persaingan global pendidikan tinggi.
“Al Washliyah memiliki tradisi keilmuan, dakwah, dan pendidikan yang kuat. Inilah modal sosial dan ideologis Univa Labuhanbatu,” katanya.
Meyniar juga menyoroti keunggulan akademik Univa Labuhanbatu yang memadukan pendidikan agama Islam dengan disiplin ilmu kontemporer, seperti Komunikasi Penyiaran Islam, yang dinilainya relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan media digital.
Menurut Meyniar, kepemimpinan perempuan dalam dunia kampus bukan sekadar simbol, tetapi harus mampu menghadirkan tata kelola yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada mutu. Karena itu, pada 100 hari pertama masa jabatannya, ia akan fokus melakukan pembenahan internal, termasuk penataan jabatan rangkap dan penguatan sistem manajemen universitas.
“Saya optimis, dengan semangat kolektif Al Washliyah, seluruh elemen akan bergerak bersama membangun Univa Labuhanbatu menjadi universitas yang diperhitungkan,” tegasnya.
Pelantikan ini sekaligus mempertegas komitmen Al Washliyah dalam mendorong peran strategis perempuan sebagai pemimpin pendidikan, sejalan dengan nilai Islam moderat dan kemajuan bangsa.
